PPDB Balikpapan Tetap Pakai Sistem Zonasi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan memastikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi, tetap diberlakukan.

Kepastian ini, sekaligus mematahkan keinginan DPRD Balikpapan yang secara tegas menolak lantaran fasilitas sekolah di Kota Minyak belum siap secara keseluruhan.

“Sistem zonasi itu aturan dari Permendikbud dan seluruh daerah sudah melaksanakan. Justru anak-anak pintar itu disebar dulu, sehingga adanya pemerataan pendidikan. Kalau bicara kualitas guru, semua kualitas guru kita sama, sama-sama dapat bimtek, sertifikasi, dapat tunjangan, dapat peningkatan SDM baik dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Pusat maupun dari Pemkot Balikpapan,” ujar Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin kepada Balikpapan Pos, kemarin (18/5/2018).

Ia menyakini, dengan sistem zonasi itu akan memperbaiki sistem pendidikan di Balikpapan. “Justru ini lebih baik karena siswa yang pintar-pintar tidak lagi hanya penumpuk di sekolah tertentu saja,” katanya.

Dia juga memastikan, tak ada perbedaan kualitas guru atau pengajar dengan diterapkannya sistem zonasi. “Sekolah-sekolah itu gurunya tidak akan beda, kualitasnya juga sama. Tidak lagi anak difokuskan di satu sekolah. Untuk sarana prasarana sekarang sama, ada lab-nya, dan semua ada. Intinya pola pikirnya dengan adanya zonasi itu anak pintar yang ada di dalam wilayahnya bisa berpotensi mengembangkan di wilayahnya,” bebernya.

Pihaknya kata dia, akan memperlakukan sistem zonasi 90 persen di tahun ini.
“Kita sudah hearing dengan komisi IV, pada saat Perwali PPDB dilaksanakan dan ditandatangani wali kota,” pungkasnya. (tur/rus)

balikpapan.prokal.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *